Movie Bioskop Online Indonesia – Shan Shan sangat sedih setelah mengetahui kalau dia diterima kerja di Windgroup hanya karena dia memiliki Panda Blood yang sama dengan Feng Yue. Malam harinya, Shan Shan dengan sedih memutuskan untuk menulis surat pengunduran diri. Tapi belum sempat selesai mengetik surat pengunduran dirinya, Shuang Yi tiba-tiba datang dan langsung merebut laptop Shan Shan karena terkejut melihat apa yang sedang diketik Shan Shan.


Setelah Shan Shan menceritakan masalahnya, Liu Liu berusaha membujuk Shan Shan untuk membatalkan pengunduran dirinya.

Saat usaha Liu Liu tidak berhasil, Shuang Yi langsung turun tangan mengomeli Shan Shan dan mengingatkan Shan Shan bahwa Shan Shan harus berterima kasih pada langit yang telah mengkaruniahinya dengan golongan darah langka yang mengalir di tubuhnya dan juga pada kedua orang tuanya yang telah membesarkannya dengan baik sehingga Shan Shan bisa mentranfusi darahnya pada Feng Yue. Karena itulah Shan Shan masih jauh lebih baik ketimbang orang lain yang masuk ke perusahaan lewat koneksi.

“Kalau aku jadi kau, bahkan sekalipun perusahaan meminta setengah nyawaku, aku akan memberikannya. Apalagi cuma menyumbang darah” ujar Shuang Yi “Bahkan sekalipun kau masuk ke perusahaan hanya karena darahmu, bukan berarti kau tidak punya kesempatan untuk bekerja keras”

“Shuang Yi benar, kau terlalu meremehkan dirimu sendiri”

Shan Shan memikirkan kata-kata Shuang Yi cukup lama sampai akhirnya dia berubah pikiran lalu mengambil sumpitnya dan langsung makan dengan sangat lahap supaya dia bisa terus menambah darahnya dan terus bekerja.

Shan Shan merasa kata-kata Shuang Yi dan Liu Liu ada benarnya, jika memang takdir memberikan kesempatan ini baginya maka tidak ada alasan untuk meremehkan diri sendiri. Sekarang dia harus bekerja keras dan terus maju demi mama dan papanya yang mengirimnya pergi ke Shanghai dengan penuh kebanggaan.

Keesokan paginya, Shan Shan bangun dengan semangat baru. Saat dia membuka jendelanya dia melihat hujan salju sudah memburamkan kaca jendelanya. Tapi saat dia melihat keluar jendelanya, dia melihat sebuah grafiti bertulisakan ‘Don’t Woory Be Happy’ yang semakin membangkitkan semangat barunya. Shan Shan juga membuat sebuah ID tag baru untuk dirinya sendiri. ID tag yang berisikan data dirinya, info golongan darahnya dan kontak darurat papanya, untuk berjaga-jaga kalau terjadi sesuatu.

Di kediaman keluarga Feng, Feng Teng hendak pergi ke kantor saat Feng Yue memberikannya 2 buah rantang makan siang. Feng Teng bingung, kenapa hari ini rantang makan siangnya ada dua? Feng Yue berkata bahwa rantang kedua untuk Shan Shan, Feng Yue ingin berterima kasih pada Shan Shan dengan memberikan makan siang yang sehat untuk Shan Shan.

Saat Feng Yue meminta Feng Teng untuk meminta sekretarisnya memberikan rantang makan siang itu pada Shan Shan, Feng Teng langsung cemberut walaupun pada akhirnya dengan enggan dia mau juga membawa kedua rantang itu ke kantor.

Shan Shan menjalani pekerjaannya dengan semangat baru. Shan Shan yakin bahwa walaupun dia cuma ‘kantong darah’ tapi dengan semangatnya yang kuat dan usaha keras, dia pasti bisa sukses.

Siang harinya, Shan Shan dimarahi manager karena ada kesalahan dalam laporannya. Tapi dengan semangat barunya, Shan Shan sama sekali tidak tersinggung dengan omelan manager, malah dia menerima semua omelan itu dengan lapang dada dan berjanji akan segara merevisi laporannya.

Saat waktunya makan siang, sekretaris Feng Teng yang bernama Linda mengirimkan rantang makan siang untuk Shan Shan. Shan Shan dan semua rekannya termasuk manager, langsung kaget bukan main.

Mereka pun langsung berbisik-bisik menggosipkan makan siang kiriman dari bos besar mereka itu sementara Shan Shan sibuk sendiri membuka rantangnya dan langsung tersenyum senang melihat menunya adalah hati babi yang baik untuk menambah darah.

Berkat kiriman makan siang gratis itu, mood Shan Shan jadi semakin lebih baik dan akhirnya dia merubah pikirannya tentang bosnya yang ternyata lumayan baik. Sepulang kerja, Shan Shan memperkenalkan Shuang Yi dan Liu Liu pada Du Fan, mereka lalu makan malam bersama.

Keesokan harinya, Shan Shan hendak makan siang saat rekan-rekannya yang biasanya bersikap tidak ramah padanya, tiba-tiba mendekatinya dengan sok akrab dan mengajak Shan Shan makan siang bersama. Belum sempat merespon ajakan mereka, sekretaris Feng Teng yang lain bernama Ah Mei, mengirimkan rantang makan siang lagi untuk Shan Shan. Tapi kali ini Shan Shan tidak begitu antusias lagi karena menunya lagi-lagi… hati babi.

Keesokan harinya lagi dan lagi… setiap hari… Linda dan Ah Mei secara bergantian mengirimkan rantang makan siang untuk Shan Shan yang menunya sama, hati babi yang dimasak dalam berbagai versi.

=

Sejak saat Shan Shan selalu menerima rantang makan siang dari bos besar mereka, kantor departemen keuangan tiba-tiba ramai pengunjung. Berbagai pegawai dari departemen-departemen yang lain selalu datang tepat saat jam makan siang dengan alasan pekerjaan padahal diam-diam mereka melirik Shan Shan dengan penasaran.

Saat akhirnya punya kesempatan, semua rekan-rekan Shan Shan langsung menanyakan pertanyaan yang selama ini membuat mereka sangat penasaran “Shan Shan, apa hubunganmu dengan bos?”

Shan Shan berkata bahwa dia hanya pernah membantu bos besar mereka. Rekan-rekannya malah tambah penasaran, Shan Shan membantu apa sampai bos besar mereka memberikan makan siang setiap hari dan bukannya hadiah biasa sebagai ungkapan terima kasih. Saat Shan Shan kebingungan bagaimana harus menjawabnya, manager tiba-tiba menyuruh Shan Shan pergi memfotokopi dokumen. (managernya Shan Shan kayaknya sudah tahu kenapa Shan Shan diberi makan siang tiap hari)

Berkat makan siang yang tiap hari diterimanya dari bos besar, rekan-rekan Shan Shan sekarang mulai mendekatinya bahkan sering memuji-muji Shan Shan dan memberikan berbagai macam hadiah untuk Shan Shan. Shan Shan menyadari bahwa keakrabannya dengan rekan-rekan kerjanya itu seharusnya membuatnya bahagia, tapi dia sama sekali tidak merasakan kebahagiaan itu. Karena dia tahu kalau keakraban mereka hanya didasari makan siang yang setiap hari diberikan bos besar.

Hanya Du Fan satu-satunya rekan kerja yang benar-benar berteman tulus dengan Shan Shan. Walaupun tetap saja dia juga penasaran dengan hubungan Shan Shan dengan bos besar. Saat mereka sedang menunggu bis di halte, Shan Shan hanya memberi tahu Du Fan bahwa dia pernah membantu bos besar mereka dan sebagai imbalannya bos besar mereka memberikannya makan siang.

“Jadi kau tidak punya pacar kan?” tanya Du Fan penuh harap

Tentu saja tidak, jawab Shan Shan. Shan Shan langsung mengerti, jangan-jangan Du Fan mengira bos besar mereka mengiriminya makan siang karena dia dan bos besar pacaran?

Du Fan tampak senang dengan jawaban Shan Shan. Du Fan berusaha menyatakan perasaannya pada Shan Shan tapi karena dia terlalu berbelit-belit, bis yang ditunggu Shan Shan keburu tiba duluan sebelum dia sempat mengucapkan ‘aku menyukaimu Shan Shan’

.

Keesokan harinya, Shan Shan baru bangun saat dia kebingungan melihat Liu Liu sudah mengepak semua barang-barangnya dan tiba-tiba mengumumkan bahwa dia akan pindah hari ini juga. Shan Shan tentu saja terkejut dengan keputusan dadakan itu. Dia ingin membantu Liu Liu pindahan sekaligus melihat rumah baru Liu Liu. Tapi Liu Liu dengan canggung melarangnya karena dia akan tinggal di rumah pacarnya dan nanti pacarnya akan menjemputnya.

Shan Shan langsung panik, takut bibi Xue akan memarahinya kalau bibi Xue sampai tahu Liu Liu tinggal serumah dengan pacarnya. Tapi Liu Liu meyakinkan Shan Shan untuk tidak cemas karena ibunya sudah tahu, bahkan ibunya sendiri yang menjodohkan Liu Liu dengan pria itu, seorang anak konglomerat bernama Yu Cheng Hao.

Saat Shan Shan mengantarkan Liu Liu pergi dan melewati lapangan basket dekat tempat tinggalnya, tak sengaja dia melihat Feng Teng dan Zheng Qi sedang bermain basket. Reflek, Shan Shan langsung menunduk bersembunyi di belakang Liu Liu. Shan Shan yang naksir Zheng Qi, senyam senyum sendiri melihat Zheng Qi bermain basket.

Saat Zheng Qi menangkap basah Shan Shan sedang melihat mereka bermain basket, dia langsung mengisyaratkan Shan Shan untuk diam karena Feng Teng sedang bicara ditelepon sekaligus biar Feng Teng tidak tahu kalau Shan Shan melihat mereka bermain basket, kalau Feng Teng sampai tahu bisa-bisa mereka terpaksa harus pindah lapangan. Shan Shan langsung menurut dengan senang hati dan menyeret Liu Liu pergi.

Saat sedang menunggu pacarnya Liu Liu datang, Liu Liu menggoda Shan Shan yang naksir Zheng Qi. Shan Shan dengan malu-malu menyangkalnya karena tidak mungkin petinggi perusahaan seperti Zheng Qi akan memandang pegawai kecil sepertinya. Tapi saat Liu Liu berkata padanya bahwa Zheng Qi sepertinya juga menyukainya, Shan Shan langsung sumringah.

Cheng Hao akhirnya datang menjemput Liu Liu dengan mobil mewahnya, Shan Shan melambaikan tangan dengan sopan pada Cheng Hao tapi Cheng Hao ternyata anak orang kaya yang sangat sombong bahkan sampai mengalihkan pandangannya pura-pura tidak melihat Shan Shan.

Setelah Liu Liu pergi, Shan Shan langsung berlari ke lapangan basket yang tadi tapi Zheng Qi dan Feng Teng ternyata sudah pergi.

Keesokan harinya, Shan Shan dan rekan-rekannya mendatangi kantornya Zheng Qi saat jam makan siang karena ternyata hari ini adalah giliran Zheng Qi yang memberikan rantang makan siang untuk Shan Shan. Sebagai ungkapan terima kasih karena kemarin Shan Shan pura-pura tidak melihat mereka bermain basket, Zheng Qi menghadiahkan sebuah apel untuk Shan Shan. Rekan-rekan Shan Shan semakin penasaran, bantuan apa lagi yang Shan Shan lakukan untuk bos besar mereka tapi Shan Shan tidak mau menjawabnya.

Hari-hari berikutnya… sepertinya biasanya, Shan Shan selalu mendapat kiriman rantang makan siang dari Ah Mei. Walaupun pegawai dari departemen lain sudah tidak lagi datang ke kantor departemen keuangan untuk meliriknya makan, tapi tetap saja selalu ada pegawai yang pura-pura lewat hanya untuk melihatnya makan makanan pemberian bos besar mereka.

Semua itu membuat Shan Shan jadi semakin tidak nyaman sampai dia selalu berharap supaya dia tidak lagi mendapat kiriman makan siang tapi dia terlalu takut untuk mengatakannya.

Suatu hari, akhirnya Shan Shan memutuskan untuk menghindari pandangan orang-orang dengan cara mengambil sendiri rantang makan siangnya lalu membawanya ke balkon lantai gedung paling atas. Shan Shan melirik kanan kiri memastikan tidak ada siapa-siapa di balkon itu. Dan setelah yakin tidak ada siapa-siapa, Shan Shan langsung duduk di bangku dekat dinding kaca dan memakan makan siangnya dengan lebih nyaman.

Di kantornya, Feng Teng sedang meeting bersama seorang pengacara saat perhatiannya mulai terganggu oleh pemandangan di balkon, Shan Shan yang sedang makan. Feng Teng berusaha berkonsentrasi pada meeting pentingnya, tapi perhatiannya terus menerus teralih pada Shan Shan. (Soooo cute ^^).

Feng Teng terus memperhatikan tingkah Shan Shan bahkan menonton Shan Shan berjoget menyemangati dirinya sendiri.

Malam harinya, Feng Yue memberitahu Feng Teng bahwa dia akan mengadakan acara pesta satu bulan kelahiran bayinya dan bertanya apakah Feng Teng punya teman kencan untuk diajak ke acara itu? Apakah Feng Teng sudah punya seseorang yang disukainya? Feng Yue menyarankan Feng Teng untuk membawa wanita bernama Sabrina yang dulu dekat dengan Feng Teng selama di Amerika tapi Feng Teng hanya menanggapinya dengan cuek.

Keesokan harinya, Zheng Qi berangkat ke kantor bersama Feng Teng sembari melaporkan berbagai kegiatan perusahaan pada Feng Teng. Tapi Feng Teng malah senyam senyum sendiri menatap rantang makan siangnya Shan Shan (heee ^^)

Siang harinya, Feng Teng di kantornya sedang menunggu kedatangan Shan Shan ke balkon. Saat Shan Shan datang, Feng Teng langsung duduk didekat kaca menghadap Shan Shan, lalu menirukan seluruh gerak gerik Shan Shan. Shan Shan membuka rantangnya, Feng Teng ikutan membuka rantangnya. Shan Shan mengambil sumpitnya, Feng Teng ikutan mengambil sumpitnya. Shan Shan makan nasi sesendok penuh, Feng Teng juga ikutan makan nasi sesendok penuh (sooo cute ^^).

Keesokan harinya, Feng Teng mempersiapkan penghangat di balkon untuk menyambut kedatangan Shan Shan karena cuaca di balkon sangat dingin.

Saat Shan Shan tiba di balkon dan melihat penghangat itu, dia tentu saja bingung siapa yang membuat penghangat itu tapi bagaimanapun juga Shan Shan berterima kasih pada siapapun yang membuat penghangat itu. Saat Shan Shan mulai makan, Feng Teng lagi-lagi menirukan seluruh gerak-gerik Shan Shan.

Keesokan harinya saat jam makan siang tiba, Feng Teng yang masih rapat terus menerus melihat jam, gelisah menanti kapan meetingnya selesai supaya dia bisa makan siang bersama Shan Shan.

Saat meeting akhirnya selesai, Feng Teng langsung terburu-buru kembali ke kantornya hanya untuk melihat Shan Shan makan.

Akan tetapi keesokan harinya, Shan Shan tidak makan di balkon karena hujan salju turun dengan sangat lebat. Feng Teng pun hanya bisa menatap balkonnya yang kosong dengan sedih.

Sinopsis film yang sangat buat orang baper,di sini aonmovie.com akan menhadirkan beberapa film dan sinopsis yang terlengkap,tentunya tidak akan buat anda bosan,dengan sinopsis yang seru dan selalu terpercaya dan terpopuler

Posted_By : msn444.com

Advertisements